Thursday, March 31, 2011

Anak Panah di Tangan Pahlawan

Tugas yang utama dan mulia dari orang tua adalah mempersiapkan dan mendampingi anak-anak mereka untuk melangkah ke masa depan yang akan mereka hadapi. Hari-hari yang akan mereka hadapi adalah hari-hari yang akan lebih dipenuhi persaingan dan kejahatan. Kesiapan iman mereka dan kemampuan mereka untuk bersaing dalam kancah kehidupannya pada masa depan adalah tanggung jawab orang tua mereka pada masa kini.

Mempersiapkan mereka berarti berusaha dengan segala daya upaya yang dapat diberikan orang tua untuk memperlengkapi mereka mengembangkan kecerdasan dan bakatnya. Uang memang penting tetapi bukan segala-galanya. Dalam keterbatasan finansial, masih banyak orang tua yang dapat mengembangkan kecerdasan, bakat dan talenta yang ada dalam diri anak mereka. Orang tua ditantang untuk mengenali kecerdasan dan bakat anak-anaknya, menolong anak-anak mengenal kecerdasan dan bakat mereka, serta memberi kesempatan kepada anak-anaknya untuk mengembangkan kecerdasan dan bakatnya.

Mendampingi mereka berarti hadir dan menjadi model kehidupan bagi mereka. Tak pelak lagi, kehadiran orang tua dalam kehidupan anak anaknya memiliki dampak yang sangat mendalam secara fisik, mental dan rohani hingga mereka mampu mengembangkan hubungan yang baik dengan Tuhan dan sesamanya. Pengalaman iman orang tua yang dapat dan langsung disaksikan oleh anak menjadi inspirasi paling jitu bagi anak-anak untuk menjalani kehidupan iman yang sama dengan orang tuanya, bahkan mengalami pengalaman iman yang lebih besar. Pengalaman menjalani fase-fase kehidupannya bersama orang tua menjadi bekal mempersiapkan dirinya menjadi pribadi yang berkembang sesuai kodrat yang telah dikaruniakan oleh sang Pencipta. Kehangatan orang tua yang dirasakan olehnya akan mengembangkan kehangatan dalam dirinya. Kehangatan ini dapat dirasakan melalui pernyataan kasih orang tua dengan sentuhan dan pelukan ibu atau pengakuan-pengakuan positif yang dinyatakan ayah kepadanya. Kehangatan ini akan memampukan anak-anak untuk menerima dirinya sendiri dan mengembangkan rasa percaya diri yang kuat.

Betapa puasnya hati orang tua dan dipenuhi dengan kerelaan ketika harus melepas anaknya meraih masa depannya. Mereka melihat anak-anak mereka telah menjadi pribadi yang utuh sedang berjalan bersama dengan Tuhan dan perlengkapan yang telah disiapkannya. Mereka akan menjadi anak-anak panah di tangan pahlawanNya. "Maka berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu," Mazmur 127:4-5.

Kesuksesan dan kebahagiaan hidup tidak jatuh dari langit. Untuk mencapainya, usaha dan kerja keras kita akan membawa kita berada di dalam jalan sukses dan bahagia. Pengorbanan orang tua terhadap anak-anaknya tidak akan ada yang sia-sia. Mari kita mengenali dan menerima tugas utama dan mulia yang telah dikaruniakan Tuhan kepada kita, dan tetap berada di dalam jalan-jalanNya.

Usaha dan kerja keras kita bukanlah satu-satunya perjuangan kita. Melibatkan Tuhan di dalam semua perjuangan kita akan mendatangkan berkat bagi keluarga kita yang dicintai-Nya, Mazmur 127:2. Bahkan ketika kita tidur Ia sedang merajut hari-hari yang kita akan kita jalani dengan semua kebaikan-Nya. Kiranya Tuhan memberkati kita dengan kasih, kekuatan dan hikmat-Nya untuk memberkati anak-anak kita.

2 comments:

Ev. Achim BM. Kupeilang, S.Th, M.Pd said...

Betapa bahagianya orangtua yang melihat kesiapan anak-anakNya menghadapi tantangan hidup.

Teringat ayah dan ibu tercinta.
Terima kasih untuk artikelnya. Tuhan Yesus memberkati.

www.suratemas.blogspot.com

Ev. Achim BM. Kupeilang, S.Th, M.Pd said...

Betapa bahagianya orangtua yang melihat kesiapan anak-anakNya menghadapi tantangan hidup.

Teringat ayah dan ibu tercinta.
Terima kasih untuk artikelnya. Tuhan Yesus memberkati.

www.suratemas.blogspot.com