Sunday, March 2, 2008

Surat Kristus

II Korintus 3:3

“Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.”

Rasul Paulus menulis kepada jemaat yang sedang terpengaruh oleh orang-orang yang tidak suka dan iri kepadanya. Kerasulan Paulus sedang diragukan. Ia menuliskan hal tersebut untuk mengingatkan siapa mereka sebagai jemaat Allah di Korintus. Dalam II Korintus 3, Paulus sedang menunjuk kepada pelayan-pelayan Perjanjian Baru, pelayan-pelayan Tuhan yang telah dipakai oleh Roh Allah. Walaupun sorotan terhadap para pelayan Tuhan tidak dapat dihilangkan pada konteks ini, saya ingin lebih memfokuskan pikiran kita pada jemaat, sebagai orang percaya yang telah dilayani oleh pelayan Tuhan yang dipercayakan oleh Allah.

Jemaat adalah semua orang percaya, tidak perduli apakah ia sekarang menjadi seorang pelayan Tuhan, namun ia adalah seorang jemaat Kristus, atau paling tidak ia pernah menjadi jemaat. Dalam ayat ketiga disebut bahwa orang percaya adalah surat Kristus. “karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus.” II Kor 3:3. Semua orang percaya adalah surat Kristus, surat yang hidup.

Orang percaya adalah sebuah surat pujian yang tertulis di dalam hati pelayan Tuhan yang melayaninya. Ia dikenal dan dapat dibaca oleh semua orang. Kehidupannya terbuka kepada semua orang yang dapat membacanya. Apa yang dapat dibaca dari kehidupannya adalah hal yang membanggakan hati pelayan Tuhan yang melayaninya. Rasa bangga dapat dirasakan oleh pelayan Tuhan pada saat ia dapat melihat kehidupan orang yang dilayaninya. Saya dapat merasakan kebanggaan karena menyaksikan orang orang yang saya layani sekarang masih setia kepada Tuhan, melayani Tuhan, bahkan dipakai lebih luar biasa dari saya sendiri. Orang yang dilayani-nya menjadi alasan bagi pelayan Tuhan untuk menaikkan pujian-nya kepada Tuhan. Hal ini berbeda dengan kesombongan, tetapi ini merupakan suatu syukur kepada Allah karena apa telah dilakukan-Nya melalui pelayanan-nya. Kehidupan kita nyata kepada semua orang bahwa kita adalah hasil ketaatan dan kerja keras seseorang. Kita tidak boleh melupakan hal itu. Anda adalah orang yang dibanggakan oleh orang yang telah melayani anda, maka jadilah kebanggaannya yang dapat membanggakan. Hal ini seharusnya membawa kesadaran bahwa kita harus melanjutkan kehidupan ini sesuai dengan apa yang sudah dimulai dalam hidup kita. Jangan melupakan pengorbanan dan pengabdian seseorang yang pernah berjuang dan membayar harga bagi diri kita.

Orang percaya adalah surat yang ditulis… bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup. Paulus mengatakan bahwa kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah (ay.5). Apa yang telah terjadi dalam hidup kita; pertobatan, pemulihan, kemampuan dan kesempatan untuk melayani adalah pekerjaan Roh dari Allah yang hidup. Ingatlah, Tuhan yang telah melakukannya. Roh-Nya yang telah mengalirkan tinta kehidupan yang menulis syair-syair indah yang menggema dalam batin kita. Kita telah mengijinkan-Nya untuk memulainya, marilah kita terus mengijinkan-Nya untuk menulis lebih banyak syair indah yang tidak hanya menggema dalam batin kita, tetapi menggantikan nyanyian-nyanyian sumbang dalam hati yang sering mengganggu iman. Kiranya kita mengijinkan Ia membisikkan ungkapan-ungkapan iman yang mampu menghidupkan gairah keyakinan kita akan kuasa-Nya yang mengubahkan dan membangkitkan kita dari keterpurukan dan ketidak berdayaan. Roh dari Allah yang hidup akan mewarnai surat hidup kita dengan kehidupan-Nya yang dinamis sehingga semakin membuat kita lebih hidup.

Orang percaya adalah surat Kristus, … bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia. Apa yang sudah dimulai oleh Roh Allah dalam hidup kita,adalah hasil dari kerja sama kita dengan Roh-Nya. Kita menjadi surat Kristus karena ada kelembutan dan kesediaan untuk merespon kepada-Nya. Hati manusia tidak digambarkan bukan sebagai loh-loh batu yang keras, tetapi loh-loh daging yang lembut. Kita memang sering mendengar pernyataan bahwa hati manusia keras dan berdosa hingga tidak mengalami sentuhan-Nya. Memang hati manusia berdosa menjadi keras dan tidak perduli. Namun, kita tidak boleh melupakan Tuhan yang menciptakan hati kita. Ia memaksudkannya untuk menjadi tempat di mana Roh-Nya bertahta. Jangan termakan oleh pernyataan sepihak yang melemahkan kita, namun lihatlah ada kelembutan yang telah dikerjakan Roh-Nya. Ijinkan Roh-Nya terus melanjutkan karya-Nya dalam hati kita, maka kita akan terus menjadi surat Kristus yang hidup dan dikenal dan dibaca orang. Apabila kita mengijinkan hati kita berbalik kepada Tuhan, maka Ia akan mengambil selubung dari padanya. Di dalam karya Roh-Nya ada kemerdekaan. Kita tidak lagi diperhamba oleh keterbatasan berpikir dan kelemahan kita. “Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan” (ayat 17). Ijinkan Roh-Nya terus berkarya dan menorehkan tinta-Nya untuk membuat lukisan yang indah dalam kehidupan kita.

Kiranya Tuhan Yesus menolong kita untuk tetap menjadi surat Kristus yang hidup. Kehidupan berbicara tentang menjadi dinamis dan terus bertumbuh. Dia menginginkan agar kita akan terus diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar (ayat 18). Kiranya surat Kristus yang hidup ini akan mencerminkan kemuliaan Tuhan.

No comments: